Leluhur Prameks yang Terlupakan

October 4, 2006

Prameks

Prameks2

Seruling keras mengejutkan siapapun yang menanti dengan sabar di pintu perlintasan kereta api Lempuyangan. Prambanan Ekspres pagi dari Yogyakarta dengan warna-warni yang meriah berpacu menuju ke arah Solo. Sementara di waktu yang bersamaan, Prambanan Ekspres terbaru besutan PT. INKA baru saja meninggalkan stasiun Purwosari menuju ke Jogja. Inilah kemewahan yang dimiliki para komuter yang berdiam di antara kota Jogja dan Solo. Dua set kereta diesel yang setia melayani mereka setiap hari tanpa henti. Ribuan penumpang menikmati kesetiaan kereta Prambanan Ekspres, namun di tengah keriuhan sibuknya jalur Jogja - Solo ada yang terlupakan.

Kuda

Nakula

Kudac

Prambanan Ekspres bukanlah kereta komuter pertama yang melayani jalur Jogja dan Solo. Jika ditelisik jauh ke tahun 60-an dan 70-an ada kereta yang bernama Kuda Putih. Bagi para generasi orang tua kita yang pernah tinggal di Jogja dan Solo tentunya tidak asing dengan nama ini. Inilah cikal bakal KRD komuter yang melayani jalur Jogja - Solo pada masa itu. Bahkan KRD Kuda Putih adalah Kereta Rel Diesel pertama yang dimiliki oleh Indonesia.

Ferrostaaled

Kuda_putih

Dibuat di Jerman oleh Ferrostaal pada pertengahan 1960-an dengan menggunakan mesin General Motor, KRD ini dianugerahi nama-nama tokoh Pandawa Lima. Pada masa jayanya Kuda Putih merupakan favorit bagi para penumpang untuk menempuh Jogja dan Solo. Namun Kuda Putih yang perkasa harus mati muda. Pada pertengahan 1970-an beberapa di antaranya mulai rusak karena tidak adanya suku cadang. Bahkan di sebuah foto yang diambil oleh railfan Inggris Malcolm Wilton-Jones pada tanggal 23 Oktober 1976 di stasiun Tugu ada sepasang Kuda Putih yang harus ditarik oleh lokomotif BB200. Seiring bertambahnya waktu Kuda Putih pun mati perlahan-lahan.

Kdp074

Kdp075

Kdp076

Kdp077

Kdp078

Dipo Lokomotif Solo 2006. Inilah wajah Kuda Putih sekarang. Teronggok tak berdaya berantakan dimakan usia di salah satu sudut dipo lokomotif Solo Balapan. Tersembunyi di antara semak-semak dengan kondisi yang memprihatikan. Dari sekian banyak Kuda Putih yang pernah dimiliki Indonesia, tinggal satu unit yang tersisa. Itu pun saat ini dijadikan gudang dan tempat ganti para pegawai dipo. Sungguh ironis. Di tengah berjayanya Prambanan Ekspres penerusnya, Kuda Putih seperti terlupakan. Dari ribuan komuter yang melintas, adakah satu orang pun yang teringat akan jasanya. Atau paling tidak pernah mendengar namanya dari cerita para orang tua dulu. Tengoklah Kuda Putih sesekali bersama teman, mungkin hati Anda akan tergerak untuk menyelamatkannya. Mungkin…