Serunya Mencoba KRDE

Uji_statis

Ruang_uji

Driving_cab

Sebuah lompatan teknologi baru saja ditorehkan oleh PT Industri Nasional Kereta Api saat meluncurkan satu set kereta penumpang dengan teknologi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE). Dengan teknologi yang dikembangkan sendiri, PT INKA mampu menjawab tantangan untuk menyediakan kereta komuter jarak dekat dan menengah. Kebetulan saya adalah satu dari sedikit orang yang beruntung menyaksikan langsung KRDE di pabriknya saat sedang dilakukan tes statis.

Interior

Diesel

Boogie

KRDE ini menggunakan car body dari KRL buatan Holec/Bombardier yang sempat terendam banjir di Jakarta beberapa tahun lalu. Setelah sekian lama terbengkalai, maka diambil inisiatif untuk menggunakannya sebagai cikal bakal KRDE. Para teknisi INKA pun mulai membenahi rangkaian KRL bekas ini dan menyulapnya menjadi kereta yang sama sekali baru. Dengan menggunakan mesin diesel buatan Cummins dan alternator Toshiba, KRDE ini cukup mempuni dengan tenaga 1500 Hp yang dikontrol oleh komputer. Selain itu KRDE juga dilengkapi dengan bolsterless bogie yang dapat meredam guncangan dengan mantap. Sayangnya saat itu saya tidak bisa mencoba performa KRDE secara langsung karena belum resmi diluncurkan.

Lempuyangan

Klaten

Driving_cab2

Bareng

Tapi kesempatan itu datang juga. KRDE akhirnya diresmikan sebagai rangkaian Prambanan Ekspres yang melayani kota Jogja dan Solo. Tanpa membuang waktu saya memutuskan mencoba KRDE buatan INKA ini. Performa awalnya tidak mengecewakan, tanjakan antara stasiun Lempuyangan dan stasiun Maguwo dilewati dengan mudah. Prambanan Ekspres berhenti sejenak di Stasiun Klaten dan masinis yang ramah menawari saya untuk ikut di dalam kabin. Tentu saja saya senang sekali karena bisa memantau performa KRDE dengan mudah. Kereta meluncur lagi menuju ke Palur.

Speeding

Tugu

Kembali dari Palur pak masinis ingin menunjukkan performa KRDE sesungguhnya kepada saya. Dia memacu KRDE lebih cepat lagi. Speedometer digital bergerak terus 98… 99… 100… 101… 102… 103… Kereta tak terguncang sedikit pun. Rupanya bolsterless bogie bekerja sempurna. Speedometer bergerak terus 104… 105… dan semua sistem mendadak mati. Pak masinis segera me-restart komputer dan semua kembali normal. Rupanya KRDE ini dilengkapi dengan pembatas kecepatan (speed limiter) yang segera bekerja saat kereta bergerak terlalu cepat. Akhirnya KRDE tiba kembali di stasiun Tugu Yogyakarta. Dan terlihat di jalur 6 KRD hidrolis buatan Nippon Sharyo sedang parkir menunggu pemberangkatan sore hari. KRDE tampaknya telah menjadi raja baru di jalur Jogja - Solo.



One Response to “Serunya Mencoba KRDE”

  1.   aldy Says:

    enak juga ya kayaknya naek KRDE itu

    saya sih naik yang KRDH nya

Leave a Reply