Melacak Jejak Diponegoro di Fort Rotterdam

Tembok batu yang berlumut menjulang setinggi hampir 5 meter menyambut saya yang masih tertegun kagum. Hari ini saya mendapat kesempatan mengunjungi salah satu tujuan wisata di kota Makassar, yaitu Fort Rotterdam (atau benteng Ujung Pandang). Gerbang besar dengan pintu yang terbuat dari kayu seolah menyapa dengan angkuh setiap pengunjung yang masuk.

Segera setelah melewati gerbang dan ruang antara sejauh 15 meter, kita disambut ruang terbuka yang dikelilingi bangunan memanjang yang mungkin dulunya merupakan barak-barak tentara. Salah satu dari ruangan itu merupakan tempat tahanan Pangeran Diponegoro yang dibuang ke Makassar pada tahun 1834. Tanpa diperintah tiba-tiba kaki saya melangkah ke arah kiri, padahal saya sedang menikmati pemandangan yang menakjubkan itu. Menyusuri tembok tua kemudian saya mendaki tangga landai menuju ke sebuah tempat terbuka di atas benteng itu. Saat ini saya berdiri di atas Bastion Bone yang menghadap langsung ke arah pantai Losari. Dari tempat itu pandangan lepas ke arah laut dengan langit membiru tidak terhalang apapun. Terik matahari tidak terasa karena angin laut yang bertiup lumayan kencang membuat badan terasa segar.

Saya pun melanjutkan perjalanan di sepanjang lubang pertahanan di sepanjang tembok benteng yang semula dibangun oleh Tunipalangga Ulaweng, raja Gowa ke 10 pada tahun 1545 sebelum direbut oleh Cornelis Speelman pada tahun 1667. Dengan berjalan menyusuri puncak tembok sebenarnya saya bisa mengelilingi seluruh benteng dari bastion satu ke bastion yang lain, sayangnya tembok sebelah selatan sudah runtuh sehingga perjalanan keliling harus dilanjutkan di atas tanah.

Sebelum meninggalkan benteng yang telah dijadikan museum ini, tak lupa saya mengunjungi ruangan tahanan di mana Pangeran Diponegoro menghabiskan masa pembuangannya di Makassar. Sayangnya ruang itu terkunci rapat. Mungkin pada kunjungan berikutnya saya bisa melihat ke dalam. Matahari makin meninggi mengusik saya untuk segera bergegas. Fort Rotterdam masih berdiri kokoh di belakang saya, menjadi saksi jatuh bangun sebuah bangsa melawan intervensi asing pada masa itu.

Fort_rotterdam

Interior_2

Bastion_bone

Tembok_benteng

Interior2

Tahanan_diponegoro 



Leave a Reply