Aktivitas lain di Medan antara lain diisi dengan mencoba KA Penumpang Unggulan Divre I yaitu KA Kinantan. Alasan lain mencoba KA Kinantan adalah karena kereta ini menghubungkan Medan dengan Rantau Prapat yang merupakan kota tujuan terjauh dari Medan yaitu sekitar 275 km. KA Kinantan merupakan KA Eksekutif kelas Satwa yang standformasinya adalah 4 K1 dan 1 KM1. Namun mungkin karena ada kekurangsiapan kondisi pada 2 K1, maka pada pagi itu susunan rangkaian hanya 2 K1 dan 1KM1.
Tepat pukul 08.00 wib, kereta bergerak meninggalkan Stasiun Medan. Interior dalam eksekutif Kinantan tidak terlalu berbeda jauh dengan rekan-rekannya kereta di Jawa. Karena kondisi rel di beberapa ruas yang kurang sempurna, maka beberapa kali kereta terguncang dan terayun-ayun dengan cukup keras. Perjalanan ke Rantau Prapat ditempuh lebih kurang selama 4 jam 38 menit. Kereta ini hanya berhenti di 3 stasiun, yaitu Tebing Tinggi, Kisaran dan Membang Muda.
Ketika tiba di Stasiun Tebing Tinggi dan bermaksud mengambil gambar stasiun, kami diingatkan awak KA untuk berhati-hati karena banyak terjadi peristiwa pencopetan di stasiun ini. Stasiun Tebing Tinggi merupakan stasiun percabangan ke Pematang Siantar. Di stasiun ini ada pula bangunan semacam round house yang nampaknya digunakan untuk gudang penyimpanan peralatan. Di depan round house terdapat turntable yang nampaknya masih dalam kondisi prima. Selepas Tebing Tinggi perhentian berikutnya adalah Kisaran, yang merupakan stasiun percabangan ke Tanjung Balai.
Panorama sepanjang jalur antara Tebingtinggi – Rantau Prapat didominasi oleh tiga scene, yaitu perkebunan kelapa sawit, perkebunan karet dan rawa-rawa. Sesuatu yang tidak lazim terlihat di sepanjang sisi rel di Jawa. Bahkan di beberapa tempat, kami sempat melihat ada pabrik kelapa sawit dan karet di sisi rel. Selama perjalanan di dalam Kinantan, kami tergiur untuk mencoba Nasi Goreng Kinantan karena melihat bentuk paha ayam goreng yang menggoda saat petugas restorasi membawa nasi goreng. Dan ternyata rasanya tidaklah mengecewakan!
Akhirnya di Stasiun Rantau Prapat tepat pada pukul 12.35! Kinantan benar-benar menunjukkan keperkasaannya! Lebih awal daripada waktu yang ditentukan yaitu pukul 12.38. Setibanya di Stasiun Rantau Prapat, kami disambut dengan hangat oleh jajaran staf Stasiun Rantau Prapat.
Setelah berbincang-bincang sejenak dengan jajaran staf Stasiun Rantau Prapat, kami melakukan foto bersama. Selanjutnya dengan didampingi oleh Pak Ginting, Kepala Regu Polsuska Rantau Prapat dan Pak Togatorop, Kepala Resor Jalan, Jembatan dan Bangunan Rantauprapat, kami melihat-lihat lingkungan stasiun dan tak lupa mengambil gambar. Stasiun Rantau Prapat merupakan stasiun kelas I dengan pendapatan yang cukup tinggi di lingkungan PTKA Divre I Sumut karena selain merupakan stasiun pemuatan awal untuk CPO, stasiun ini hanya melayani kereta penumpang kelas eksekutif dan bisnis, karena tidak ada kereta kelas ekonomi tujuan Rantau Prapat.
Setelah puas berkeliling dan mengambil gambar, kami kemudian diajak makan siang di Lapo Karo Simalem oleh Pak Ginting dan Pak Togatorop. Pada sore harinya sekitar pukul 15.25, kami pulang ke Medan.